Jumat, 22 November 2013

Warga Negara dan Negara

Warga negara adalah individu atau orang - orang yang menempati suatu tempat, wlayah dan warga negara tersebut membuat seuatu kebijakan maupun keputusan untuk tempat yang di tinggali nya untuk membuat kenyamanan bagi warga negara lain, negara itu sendiri adalah tempatnya dan wilayah warga nengara berkumpul dan menempati wilayah tersebut dan membuat kebijakan maupun keputusan di suatu negara.

Mengetahui dan Menghargai Kedudukan dan Peranan Setiap Warganegara dalam Negara Hukum Indonesia

  Mengetahui dan mengahargai kedudukan dan peranan setiap warnanegara dalam negara hukum di indoensia sangat lah penting karena dapat membuat setiap warganegara menyadari pentingnya hukum di indonesia. Pentingnya mengetahuinya dan menghargai kedudukan dan peranan setiap warga nengara maka tidak akan ada lagi namanya kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana korupsi pelecehan sexsual, dan lain - lain.
   Bukan hanya itu dengan mengetahui kedudukan dan peranan setiap warganengara dalam negara hukum di indonesia juga terhindar dari kesenjangan sosial yang saat ini menjadi masalah yang serius di indonesia karena warganegara kurang sadar akan kedudukan dan perannya menjadi warganegara indonesia sehingga terjadi kesenjangan sesial yang terjadi di indonesia.
   Untuk menghindari hal - hal tersebut dibuatlah batasan - batasan dan hukum yang dibuat olehh warganegara indonesia yang membuat negara indonesia menjadi lebih baik dan terhindar dari hal - hal yang merugikan bangsa indonesia, makanya di buatlah dasar hukum di indonesia seperti :
1. Undang - undang
2. KUHP ( Kitab Undang - undang Hukum Pidana )
3. Pasal - pasal,  
4. Keputusan - keputusan yang dibuat oleh MPR, DPR, DPP dan Peraturan Pemerintah Daerah
5. Dan masih banyak lagi.
 Di indonesia juga ada instasi - instasi pemerintah yang mengatur dan membuat hukum di indonesia seperti :
1. POLISI
2. TNI
3. DPR ( DEWAN PERWAKILAN RAKYAT )
4. MPR ( MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT )
5.  DPD ( DEWAN PERWAKILAN DAERAH,
6.  Dan di bantu oleh masyarakat atau warganegara indonesia. 
   
   Maka dari pada itu kita sebagai warganegara indonesia harus mengetahui dasar hukum di indonesia sejak dini lebih di tingkatkan dengan memasukan pelajaran tentang hukum agar di sekolah, mata kuliah, dan kita juga harus mempraktekannya di kehidupan kita agar bangsa indonesia menjadi lebih aman tenram dan damai tidak ada laga perilaku - perilaku yang menyimpang yang ada di indoensia.


Sumber :

http://bforbawono.blogspot.com/2012/03/artikel-warga-negara-dan-negara.html



PEMUDA DAN SOSIALISASI

MASALAH - MASALAH KEPEMUDAAN

        Generasi Muda adalah sekelompok orang atau perkumpulan orang yang memiliki wawasan luas, kritis dalam menanggapi sebuah masalah yang ada di sekitarnya dan kreatif dalam membuat suatu keputusan maupun tindakan yang bertujuan positife dan pemikirinya yang membuat perubahan semakin baik dari pada generasi tua.
         
   Masalah - masalah yang timbul dari kepemudaan adalah ada nya invidu kepemudaan yang melakukan tindakan yang kurang terpuji, kurang bertanggung jawab, tidak bermoral, dan melakukan tindakan - tindakan yang membuat perubahan yang semakin hancur dan berantakan karena masalah - masalah kepemudaan.
Masalah - masalah kepemudaan contohnya adalah :
1. Membuat suatau untuk merusak fasilitas umum
2. Membuat onar seperti tauran antar mahasiswa
3. Mengikuti demo yang bertindak anarkis
4. Melakukan sex bebas
5.Mengkomsumsi narkoba, dll

    Dari contoh - contoh tersebut masalah - masalah kepemudaan janganlah dianggap tidak penting atau sebelah mata karena itu adalah masalah yang serius kerena generasi muda atau kepemudaan adalah generasi  yang meneruskan generasi yang akan datang, makanya disilah peranan keluarga sangan penting bagi pemuda untuk membentuk pola pikir yang baik sehingga akan menjadi hal yang baik kedepanya.

Identitas Sebagai Pemuda yang Sedang Belajar di Perguruan Tinggi
  
    Identitas adalah tanda pengenal yang dimiliki setiap individu yang menempati suatu wilayah, tempat, di suatau negara. Identitas sebagai pemuda yang sedang belajar di perguruan tinggi itu sangat penting karena dengan ada nya identitas sebagai pemuda yang sedang belajar di perguruan tinggi bisa mengenal dirinya sendii apakah dia akan menjadi individu yang bisa merubah seuatu negara menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Karena masa depan suatu negara ada di tangan pemuda - pemudi yang menempati negara tersebut.



Sumber :

http://chikenbone-pemuda.blogspot.com/

Sabtu, 09 November 2013

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

1. Pengertian Individu dan Pertumbuhan
1. Individu adalah Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan dan individu berarti berdiri sendiri tidak bergantung kepada siapapun. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.

2. Pengertian Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah sel serta jaringan intraseluler, berarti bertambahnya  ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya. Jadi bersifat kuantitatif sehingga dengan demikian dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat, pertumbuhan pada masyarakat adalah bertambah nya penduduk di suatu negara.
Beberapa Pendapat para Ahli tentang Pengertian Pertumbuhan :
- Definisi Pertumbuhan  (Growth) berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran dan fungsi tingkat  sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). (Supriasa. 2001: 27) .
-  Menurut Jellife D.B (1989) pertumbuhan adalah peningkatan secara bertahap dari tubuh, organ  dan jaringan dari masa konsepsi sampai remaja. (Supriasa. 2001: 27).

2. Faktor - faktor yang memperngaruhi pertumbuhan :
  
Pertumbuhan dipengaruhi oleh 2  faktor utama yaitu: faktor internal dan faktor eksternal.
1.Faktor internal 
Soetjiningsih (1998) mengungkapkan bahwa faktor genetik merupakan modal dasar bagi  proses pertumbuhan. Melalui genetik yang berada dalam sel telur yang dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan.
2.Faktor Eksternal (Lingkungan) 
Faktor lingkungan sangat menentukan tercapainya potensi genetik yang optimal.

1)  Gizi Ibu Saat Hamil 
Apabila status gizi ibu buruk, baik sebelum kehamilan dan selama kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR). Di samping itu, akan mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terinfeksi, abortus dan sebagianya.

2)  Mekanis
Kelainan bawaan pada bayi dapat disebabkan oleh trauma dan cairan ketuban yang kurang. Demikian pula posisi janin yang tidak normal dapat menyebabkan berbagai kelainan pada bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan pertumbuhan  terhambat.

3)  Toksin/ Zat kimia
Berbagai jenis obat yang bersifat racun seperti thalidomide, phenitom, methodion, obat anti kanker yang diminum saat kehamilan akan menyebabkan kelainan bawaan.

4)  Endokrin 
Jenis hormon yang berperan dalam pertumbuhan janin adalah somatotropin, hormon plasenta, hormon tiroid, insulin dan peptida-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin. Hormon yang dihasikan kelenjar tiroid termasuk hormon pertumbuhan oleh karena itu apabila ada kelainan pada kelenjar ini. Produksi hormon akan terganggu yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat.

5)  Radiasi 
Pengaruh radiasi pada bayi sebelum berumur 18 minggu dapat mengakibatkan kematian, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.

6)  Infeksi
Cacat bawaan juga disebabkan  oleh infeksi intra uterine, dan jenis infeksi lain yang menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela, malaria, HIV, virus hepatitis dan virus ifluensa.

7)  Stress
Apabila ibu hamil mengalami stres, akan mempengaruhi tumbuh kembang jain yaitu berupa cacat bawaan dan kelainan jiwa.

8)  Anoksia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat, dan menyebabkan BBLR.
3.Faktor Lingkungan Pascanatal
1)  Lingkungan Biologis
Lingkungan biologis yang berpengaruh adalah ras, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit  kronis, fungsi metabolisme yang saling terkait satu dengan yang lain.

2)  Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik yang berpengaruh adalah cuaca, keadaan geografis, sanitasi lingkungan, keadaan rumah dan radiasi. Faktor cuaca dan keadaan geografis berhubungan dengan kejadian gagal panen yang berakibat asupan gizi keluarga rendah, keadaan ini yang menyebabkan gizi kurang dan pertumbuhan anak akan terhambat.

3)  Faktor Psikososial
Faktor yang berpengaruh adalah stimulasi rangsangan, motivasi, ganjaran atau hukuman, kelompok sebaya, stress, lingkungan sekolah, cinta dan kasih sayang.

4)  Faktor Keluarga dan adat istiadat
Faktor keluarga dan adat  istiadat yang mempengaruhi antara lain pekerjaan atau pendapatan keluarga, stabilitas rumah tangga, adat istiadat norma tabu serta urbanisasi.

Unicef dan Johnson (1992) membuat model interaksi tumbuh kembang anak dengan melihat sebab dasar, sebab tidak langsung dan sebab langsung. Sebab langsung adalah kecukupan makanan dan keadaan kesehatan. Penyebab tidak langsung meliputi ketahanan makanan keluarga, asuhan ibu bagi anak, sanitasi lingkungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Salah satu layanan kesehatan bagi balita adalah posyandu (Supariasa. 2001 : 29)  
3. Pengertian Fungsi Keluarga dan Jenis dari Fungsi Keluarga 
Pengertian Keluarga adalah berkumpulnya dan bersatunya individu, kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk. 
Fungsi Keluarga

Terdapat 5 fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat, yaitu :
1. Fungsi Biologis
  • Untuk meneruskan keturunan
  • Memelihara dan membesarkan anak
  • Memberikan makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
  • Merawat dan melindungi kesehatan para anggotanya
  • Memberi kesempatan untuk berekreasi
2. Fungsi Psikologis 
  • Identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang 
  • Pendewasaan kepribadian bagi para anggotanya 
  • Perlindungan secara psikologis
  • Mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat
3. Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi
  • Meneruskan nilai-nilai budaya
  • Sosialisasi
  • Pembentukan noema-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga
4. Fungsi Sosial
  • Mencari sumber-sumber untuk memenuhi fungsi lainnya
  • Pembagian sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan
  • Pengaturan ekonomi atau keuangan
5. Fungsi Pendidikan
  • Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain.
  • Persiapan untuk kehidupan dewasa.
  • Memenuhi peranan sehingga anggota keluarga yan

Jenis - jenis dari Fungsi Keluarag: 
  • Keluarga inti atau keluarga batih atau nuclear family Adalah struktur keluarga yang terdiri dari suami, istri dengan anak-anak mereka yang belum menikah. Keluarga batih seperti ini merupakan keluarga batih yang sederhana yang disebut keluarga batih berdasarkan monogami. 
Bentuk keluarga yang komplek yaitu : 
  • Keluarga batih poligami yaitu keluarga batih yang terdiri dari satu suami dengan istri lebih dari satu.
  • Keluarga batih poliandri adalah keluarga batih yang terdiri dari satu istri dengan suami lebih dari satu. Di samping itu juga ada keluarga batih yang tidak lengkap yaitu suatu keluarga batih dimana istri atau suami pada keluarga tersebut sudah tidak ada lagi karena meninggal atau sudah bercerai, keluarga ini disebut keluarga patrivokal. 
  • Keluarga besar atau luas atau extended family. Merupakan kelompok kekerabatan yang terdiri dari keluarga batih tetapi seluruhnya merupakan suatu kesatuan sosial yang erat dan biasanya tinggal dalam satu tempat, rumah atau pekarangan. 
Bentuk keluarga besar : 
  • Keluarga luas “ultra lokal”. Yaitu keluarga luas yang terdiri dari keluarga batih senior dengan keluarga batih dari anak laki-laki atau wanita.
  • Keluarga besar “viri lokal”. Yaitu keluarga luas yang terdiri dari keluarga senior dengan keluarga batih dari anak laki-laki. Contoh keluarga batak.
  • Keluarga luas “Ayirl Lokal”. Yaitu keluarga luas yang terdiri dari keluaga batih senior dengan keluaga batih anak wanita. Contoh keluarga minang kabau. 
  • Blended family. Yaitu keluaga dimana pasangannya telah memiliki anak dari perkawinannya sekarang.
  • Single parent Yaitu pria atau wanita yang hidup dengan anak-anaknya baik anaknya sendiri melalui atau tanpa pernikahan atau mengangkat anak atau adopsi. Keluarga besar atau luas biasanya tidak hanya tinggal besama-sama dalam satu RT, tetapi juga merupakan RT yang berlaku seperti satu keluarga batih besar. 
  • Keluarga luas atau besar tambahan (Multiple Nuclear Family) Adalah satu kelompok kekerabatan yang terdiri dari satu kelompok ini, dengan anggota kelompok tambahan seperti keponakan, tante, paman, family lainnya yang tidak ada hubungan darah langsung yang hidup bersama dalam satu rumah atau dapur.
4. Pengertian Keluarga dan Masyarakat
      Pengertian Keluarga dan Masyarakat adalah keluarga adalah berkumpulnya individu, kelompok atau sekumpulan manusia atau individu yang tinggal di rumah pada suatu negara, Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan, masyarakat juga bisa disebut sekumpulan individu, kelompok, kumpulan dan keluarga dalam suatau negara yang saling berinteraksi sosial yang mempunyai ikatan sedarah maupun tidak sedarah.
5. Sebutkan 2 golongan masyarakat dan bedakan golongan tersebut
        
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola   pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.

2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan.
 Perbedaan golongan masyarakat sederhana dan masyarakat maju adalah masyarakat sederhana cenderung dibedakan menurut jenis kelamin tetapi masyarakat maju memiliki ragam kelompok sosial ,organisasi kemasyarakatan yang tubuh berdasarkan tujuan yang akan dicapai .
6. Jelaskan makna individu, keluarga dan masyarakat serta hubungannya
       
Makna Individu : Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan, dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan merasakan suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis dalam individunya.


Makna Masyarakat : makna masyarakat termasuk juga dengan pengertian dari masyarakat tersebut yaitu  merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.

Makna Keluarga : Makna keluarga termasuk juga dengan pengertian keluarga yg saya ketahui seperti betikut
yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak serta bebarapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan

   saling ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain.


Hubungan makna individu, keluarga dan masyakaart adalah Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
  
7. Jelaskan pengertian urbanisasi, serta proes terjadiya urbanisasi
        
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi menjadi 3 yakni :
 A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.     Kehidupan kota yang lebih modern
2.     Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.     Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.     Lahan pertanian semakin sempit
2.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.     Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4.     Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5.     Diusir dari desa asal
6.     Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1.     Memoderenisasikan warga desa
2.     Menambah pengetahuan warga desa
3.     Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4.     Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

8. Sertakan contoh masalah sosial yang berhubungan dengan perkembangan individu dan keluarga
         Arti dari individu adalah berdiri sendiri atau tidak tergantung dengan orang lain tidak terlepas dari arti individu itu maka  terbentuklah keluaraga, arti dari keluarga adalah sekumpulan, sekelompok individu yang berkumpul disuatu negara yang menempati rumah. Jika individu berkembang semakin tinggi maka otomatis keluarga di suatu negara itu akan semakin padat, 
contoh permasalahan yang akan timbul adalah tidak meratanya kesejahteraan keluaraga pada suatu masyarakat dan  juga masalah ekonimi yang tidak merata akibat dari perkembangan individu yang tinggi disuatu negara,dan banyak hal lain lagi yang dapat timbul. Makanya dibutuhkan kebudayaan, pengelolaan sumber daya manusia yang berkualiatas sehingga tidak terjadi masalah sosial karena perkembangan individu dan keluarga.

Sumber / refrensi :